ASTAM : Mengukir Harapan Baru di Kota Gudek

Advertisements
Standard

MAGELANG SELALU TERKENANG,,,,

Malamnya ketika berada dikamar belakangnya mba Mia, Jube sudah memberitahukan pada Ian bahwa besok mereka akan pergi ke magelang. lalu Ian betanya lagi padanya seketika itu juga ,”Mba,besok kita akan jalan bersama dengan siapa saja?” “Ohhh, Kita akan bepergian bersama Auko,Novena dan paman Kostan.” Jawabnya. ” Ok,beraarti mantap sudah kalau begitu.” jawab ian sambil duduk disamping ujung pojok kasur bagian kepala dengan asyik mendengar lagunya blacksweet yang berjudul,” Rintihan sebuah hati.” Demi mengenang mantan pacar yang sangat dicintainnya,Mellanesia. Mereka sudah putus tiga tahun yang lalu,namun lukannya kerinduan dan kasih sayang yang menimbulkan kesepian berganda selalu membekas dihatinya hingga kini. Hal ini membuat ceritanya Ian dan siapapun yang ia jumpai sering tidak nyambung. Apa lagi,dengan cewek cewek yang berperilaku mirip dengan mantannya.

Keseringan ian mendengar lagu itu dengan hp-nya. kemana mana saja,termasuk juga malam itu. Maklumlah soal cinta.Karena soal perasaan tak bisa dibohongi. Sehingga Ian bersama Jube malam itu berbincang bincang juga hanya sebentar meskipun ian duduk bersamanya kurang lebih satu jam tiga puluh menit. Ia hanya bisa konsentrasi pada saat awal pembicaraan namun selanjutnya sama sekali tidak. Ian  hanya mendengar dari telinga kiri  dan keluar di telinga kanan. Dimengerti saja, tepat malam itu juga diatas langit  sangat terang sekali. Sang bulan memancarkan cahayanya terang benderang bagaikan lampu Philips yang sedang menyala dimalam hari.  cahayanya menembus celah celah serambi terus memantul kelantai membentuk balok panjang terang. terlihat sangat jelas karena lampu kamarnya jube telah padam dari pagi tadi hingga malam itu.

setelah mereka berbincang bincang panjang lebar,Ian berpamitan pada Mba Jube lalu kembali ke kamarnya. samapai dikamarnya dia berjalan tidak dengan  hati hati memasuki rumahnya,karena lampunya juga telah sedang mati. Ian sangat pede alias percaya diri hahwa ia telah menghafal semua  jalur yang ada dalam kamar dengan baik. Ketika memulai masuk, ian berjalan dengan mulus. namun ketika menuju pintu kamar, Ian menabrak tembok. Ia mengopen balok pintu lagi,hahaha,, sehingga ia berteriak keras,” Tuhar ee,,Maitua ee,,Setan se,,,” Saking sakitnya sehingga ian mengendus ngendus kesakitan  diaatas tempat tidur, sambil berkata berulang ulang,” Eisst,paling tidak enak sekali,Tuhar kening bengkak lagi ee. Ian berbaring bolak balik diaatas tempat tidur terus sambil berpikir dalam hatinya, wahh ,, bagaimana dengan keadaan besok. kening sudah bengkak  dan terlihat lucu sekali.” pikirannya menghantui terus menerus sehingga ia hampir tidak bisa tidur malam itu. Ditambah lagi kerinduannya pada mella,sehingga genaplah yang difirmankan,,hahahaha. hingga jam empat pagi baru ia memejamkan matanya.

Pagi jam enam ia terbangun lagi. ia tidak bisa tidur lewat dari jam itu,karena sudah menjadi kebiasaannya. ia bergegas menuju dapur,mengambil gelas. Mengisi air putih dingin dari dispenser  lalu minum sebanyak dua kali. itupun sudah menjadi kebiasaannya. setelah itu,ia menbilas muka dengan air dikamar mandi dan mengeringkanya dengan handuk yang telah digantungnya semalam disamping atas tembok dekat kamar mandi. ian berjalan keluar dari ruangan menuju garasi yang berada disamping dekat rumahnya. Disana ia memansang selang putih panjang yang sudah diletakannya dari kemarin pada kerang air kemudian memutar kerangnnya dan menyemprot disekitar halaman rumah beserta bunga bunganya hingga semua terkena air. Ia mematikan dan pergi menemui Jube diruang belakang. Ketika ian tiba,ia menyapa,” Mat pagi,mba. pie kabar ee?” ” ape ape wae.” Jube menjawab sambil tertawa tersipu sipu keheranan. ia bertanya dalam hati,” kok, mas kamu khan orang papua,bagaimana bisa berbahasa jawa gitu?”. Ia tidak tahan dengan keheranannya,sesaat kemusian ia beranya balik pada ian,” kok bisa,hahahahaahaha.” ” Bisa apanya mba,ohh tanya kabar yaa,Ya aku hanya tahu tanya kabar aja,selebih dari itu,aku tidak tahu,, hahahahaa,,, kalimat itu aku dengar dari penjual dipasar.” ” Ok,mantap. Mas,kita akan berangkat tepat jam setengah sembilan nanti. Kita akan jalan bersama mereka yang telah aku sebut namanya kemarin malam.” Ya, kalau begitu saya mandi dulu yaa.” sambil berkata demikian ian berjaalan turun dari tangga menuju kaamar mandinya dan mandi.

mereka semua telah siap, hanya ian saja yang baru mandi. auko bergaya dengan celana panjang hitamnya yang hampir boleh dibilang setengah tiang.Betisnya sebagian tinggal telanjang saja. baju jacket khasnya, jacket brazil tangan panjang dan topi adidas kuning gaul sambil berdiri disamping mobil avanza abu abu. Mba jube dengan gaya khanya, sepatu karet hitam,baju t-shirt  dan celana jeans biru abu abu sambil menanti ian didepan pintu rumahnya. sedangkan novena tampil beda dari biasanya. ia memakai celana jeans botol coklat,baju kameja putih hijau kehitaman- tangan panjang kotak kotak dan sendal charvil coklat sesuai celanannya sambil berdiri dibelakang mobil. Paman Kostan telah berada didalam mobil. Lucunya mereka semua mandi,hanya Paman kostan saja yang belum. dia hanya membilas mukan alias cuci muka denag segelas air minum. Mereka semua tidak mengetahui itu sebelumnya.

Setelah ian sudah siap,sekarang mereka memulai perjalanan panjangnya. Saat dalam perjalanan baru mereka tahu kalau paman kostan belum mandi sama sekali. Itupun diketahui setelah mereka ngobrol panjang tentang pengalaman hariaan mereka selama hari hari sebelunya atau yang sudah pernah mereka lakukan. Mereka semua jadi ketawa terbahak bahak dalam mobil ketika mendengar pengakuan Paman Kostan. Vena ketawa hingga tak sadar diri,sampai menjatuhan dirinya terbaring dipahanya mba jube.terbilang lucu karena ceritanya dan juga orannya. Ya begitulah paman Kostan selalu menjadi penghumor pada mereka semua.

selama dalam perjalan, mba jube menunjukan tempat tempat beserta namanya pada Ian,Auko dan Vena. Dan begitu pula sebaliknya, Mereka bertanya balik pada mba jube tentang tempat tempat yang belum sempat diberitahukan pada mereka. Mereka melewati beberapa sungai yang terlihat indah sekali pemandangannya. Pada beberapa sungai terlihat sangat jernih airnya. Disepanjang pinggir sungai tumbuh pepohonan dan tumbuhan air lainya,diatas bebatuan tengah air yang ujungnya menjolok keudara,hinggap burung burung bangau putih yang sedang mencari ikan untuk dimangsanya. Namun ada yang sudah berhasil dihabisinya,hanya terlihat tulang tulang dan kepala ikan yang masih berdara tergeletak diatas jejeran beberapa batu sepanjang sungai.

Saat mereka berhenti sejenak diujung sana untuk melihat lihat,dari kejauhan mereka melihat para warga denga suka rela mengadakan kerja pakti dikampungnya sepanjang pinggir kiri yang tidak jauh dari sungai. Dan hembusan angin menghampiri dedaunan pohon bergoyang kesana kemari bagaikan sang bidadari menari diatas bulan pada malam hari. Ketika memandang ke daerah pegunungan, terlihat sang surya memamerkan pesona cerahnya dari tengah rapatan kedua belahan gunung. genaplah indahnya alam ini diwaktu pagi hari.

Tak lama kemudia Paman memanggil mereka semau,” Heyy,kalian semua,Kita lanjutkan perjalanan ini. Didepan sana masih ada tempat yang lebih indah dari ini.” ” Iya paman,tapi ini juga indah sekali. kami foto foto bareng disini sebentar saja,please!” ” iya” paman menjawaab  dari dalam mobil sambil menganggukan kepalanya dan tersenyum tulus.Usai semuaanya selesai,mereka melanjutkan perjalannya lagi. Sampai dipertigaan,disitu ada jalan belok kanan menuju borobudur dan ada jalan lurus kiri menuju magelang dan mereka harus berjalan lurus karena tujuan utamanya adalah magelang.

Memasuki kota magelang,paman sempat kebingungan dalam memilih jalur jalan yang tepat,sebab mba jube salah mengarahkan jalan. Sampai sampai mobilnya mereka hampir menabrak motor yang dikemudikan oleh seorang perempuan yang sudah tante tante. ian yang duduk dikursi depan sangat panik kekagetan saat melihat kejadian mengejutkan itu. Ini semua terjadi karena mba jube kebingungan dalam menujukan arah belokan mobil yang benar. Ini terjadi beberapa kali sekali, hingga ian menjadi sangat marah,” mba, kamu ini bagaimana,coba tunjukan jalan yang benar saja pada kami,masa kamu lupa dengan tanah kelahiramu?” ” ia mas, saya minta maaf.” sangganya dengan penuh penyesalan dan rasa bersalah yang mendalam itu terlihat dari raut wajahnya. Namun ia hanya terdiam tanpa berbicara apa apa lebih lagi. Ian hanya terus menatap serius kedepan. Mobil terus berjalan hingga tiba ditempat tujuan dengan selamat. Didepan SMK St. Pius,Paman kostan memarkirkan mobil disitu. Mereka semua berjalan masuk, hanya tinggal K’viko dan paman yaang berada dalam mobil. Mereka berjalan kedalam ruangan dan halaman tengah gedung itu sambil mengamati bangunan yang terlihat tua namun sangat indah penataannya. Tak bosan melihatnya,sebab bangunanya terlihat hidup sekali, meskipun terlihat dari luar sudah tampak tua dan kusam. Didalamnya ada sebuah halaman basket dan sekelilingnya  deselimuti dengan gedung  yang hanya berlantai satu. Ian lansung mengeluarkan kamera kanonnya dari tas dan memulai memotret murid murid yang baru keluar  dari kelasnya masing masing menuju halaman tengah dan juga gedungnya. Ia berjalan terus menuju sebuah kelas, yang tidak jaug dari pintu masuk. Meremui murid murid yang lagi belajar menjahit lalu menyapa mereka, hallo, selamat siang semau. apa kabar kalian semua?” ” baik,semua.pak.” semua menjawab dengan serempak. Untung,tak ada gurunya sehingga mereka terlihat ngobrol santai.

setelah itu,ia berjalan lanjut menuju ruangan lain yang berada di belakangnyaDiasan tidak ada seorangpun. ia berjalan lanjut terus. Di ujung  ruangan terakhir ia bertemu dengan seorang guru yang baru saja turun dari lantai atas, Hallo, selamat siang Pak.” ” Selamat siang juga,ada perlu apa disini?” ” saya hanya datang dan ingin mengunjungi sekolah ini.'” ” Baru ya?” ” Tidak,pak. saya sudah lama disini. Saya sudah 12 tahun disini namun kalau liburan saya akan pulang libur ke papua.” ” Ohh,tinggal dimana selama ini?” Pak saya mulai dari Tk hingga selesai SMA disni.” “Ohh,bagus, sekolah dimana?” ” Saya enam tahun dimerto yudah. namun saya tidak lanjut keseminari tinggi. Rupannya belum ada panggilan pak,hehehehee,,,” ” Ohh tidak apa abang, itu semua baik,semangat terus.” ” Iya makasih banyak,pak.” percakapan mereka terlihat seru,namun  semua yang telah Ian katakan pada Pak guru itu adalah bohong belaka. Ia baru diyogya satu bulan. heran sekali Pak guru itu bisa ditipu oleh Ian pengecut satu ini. Sayangnya,bukan hanya gurunya yang ditipu tapi murid juga mendat tipu dengan cerita yang sama. Kacau sekali.

Ketika ian balik lagi menenui Auko dan Novela yang lagi duduk dikursi,di ujung lorong dekat pintu keluar dan menceritakan tipu muslihatnya pada mereka, mereka semua terkejut mendengar itu,”kok bisa kamu ceritakan itu pada mereka?” tanya vena. Ian hanya menjawab hanya dengan nada santai sekali,” Ya,siapa suruh mereka mau mempercayainya!” ” abis, kau menceritakan dengan mimik wajah yang serius jadi siapa yang tidak percaya padeamu!” bantah Auko ” ohh kalau begitu mereka telah meendapat kekalahan satu kosong dari saya,hahahaahaha”  vena dan Auko hanya bisa menundukm sambil mengangguk anggukan kepala sambil  memencet mencet hpnya. Memang ian juga suka berbohong ee ee.

Sehabis cerita,ian berjalan keluar mencari tempat makan tanpa memberitahukan mereka lain. Padahal mereka semua pada lapar dan haus namun tidak membawa uang sesenpun. ia berjalan perlahan lahan mengikuti pesisir jalan sambil  memalingkan wajahnya kekiri dan kanan melihat lihat diaman ada warung,agar dia bisa mengisi kampung tengahnya. Saat mendekati sebuah toko,ia meliahat ada tulisan satu selera. saat mendekat ternyarta itu toko mini pakaian muslum. perpaksa ia berjalan lanjut. tak jauh kemudian,ia menghampiri serang tukang tambal ban,lalu bertanya,” bang, ada warung makan lain disekitar sini?” ” ohh ada,bang. jalan lurus saja,warungnya berada diujung sana. dasamping kiri toko buah.” ” Ok ,terimakasih banyak yaa,bang.” ” Iya sama sama”

Tak lama ia berjalan lanjut,ia menemui warung itu. Tanpa menunggu lagi ia menimba nasi,ikan lele dan sayur sawi.  lalu bergegas menuju meja makan. Saat ia sedang menikmati makanannya, pelayan cantik nan seksi menghapirinya, Mas, mau pesan minum apa?” ” minuman apa saja yang tersedia,mba?” ” Ada es jeruk,es teh, teh manis dan susu.” ” Saya pesan jus jeruk.” ” Ia mas,” menjawab sambil berjalan menuju dapur. dan tak semenit kemudian ia membawa jus jeruknya pada ian.

Ian melalap semua makanannya habis sekejab. ia kembali lagi menemui mereka tanpa sekata katapun tentang pepergianya tadi. ia pra pura bercerita tentang paman yang sedang tidur dalam mobil kepda mereka semua. Anehnya mereka tidam mencurigai sedikitpun tentang kepergiannya. begitulah ian, saking liciknya dia.

Standard

ASTAM : APAKAH WAKTU BERARTI BAGIMU?

Sebuah pepatah kuno mengatakan bahwa waktu adalah uang. Dari kiasan ini muncul tafsiran ganda menurut kebutuhan dan situasi. Maka muncul pula ungkapan yang mengatakan bahwa waktu adalah emas,waktu adalah hidup dan waktu adalah aku. Semua ungkapan itu mau mengartikan bahwa waktu sangat berarti dalam hidup setiap insan yang mendiami bumi tercinta ini. Sehingga ada slogan yang mengatakan demikian, Hidup bagaikan jarum jam. Tak bisa dipungkiri,itu memberi kesan kepada sesama manusia untuk dengan serius menghargai waktu yang ada. Karena waktu tak akan bernah berulang lagi seperti hal lain. Dia akan terus berjalan dan berlalu begitu saja. Bila kita sebagai manusia tidak memanfaatkannya sebaikmungkin maka dia akan hanya meninggalkan penyesalan bertubi tubi dalam setiap pribadi.

Bertolak dari dunia zaman yunani kuno dan romawi dulu,orang orang telah mengenal betapa pentingnya waktu bagi mereka. Pada abad ke 2 dan seterunya orang orang lebih memahami tentang waktu. Sehingga pada abad abad berikunya,negara negara eropa seperti jerman,italia,unisoviet dan lain lain membangun jam pasir atau jam dinding raksasa disetiap bagian tertentu dari ruas jalan raya,bangunan besar seperti gereja,kantor atau dan tempat temapat umum( terminal,alun alun dan pasar maupun sekolah). Pemerintah menekankan pada rakyatnya untuk terus menghargai waktu dalam setiap langkah hidupnya.

Kebiasaan ini terus tertular ke daerah daerah jajahan seperti asia,amerika dan afrika. Usai perang dunia II, negara negara jajahan itu satu persatu mulai memproklamasikan dirinya untuk menjadi negara sendiri tanpa bergantung pada negara penjajahannya. Di era ini indonesia juga memproklamasikan dirinya. Pada tanggal 17 agustus 1945, Indonesia resmi menjadi sebuah negara merdeka. Setelah tahun 1945 indonesia harus bekarja keras zaman berganti zaman. Mencoba setiap pola pembangunan masyarakat yang ada untuk mengembangkan masyarakatnya dan pembangunannya,baik dibidang ekonomi,sosial dan budaya( pendidikan, adat istiadat, dan kebiasaan) maupun politik. Sudah beberapa pola yang dicoba,diantaranya, pertama akselerasi perubahan. Pola ini diadakan setelah penjajahan berakhir. Dengan alasan bahwa penjajahan yang panjang menyebabkan kondisi sosial ekonomi dan kultural masyarakatnya tertinggal dibandingkan masyarakat lain. Ada juga pola yang direkomendasikan oleh banyak pihak untuk negara perkembang adalah dengan mengunakan strategi community develoment.   Selajutnya muncul juga pola Socio-economic-Development.

Semua strategi tetap digunakan untuk mencoba membangun perubahan. Namun semua itu sangat sulit untuk diatur dan dirubah. Hal ini terjadi karena dengan berjalanya waktu orang orang mulai mengabaikan rasa pentingnya waktu dari hidupnya. Kebanyakan dari mereka merasa bahwa waktu tidak begitu penting lagi bagi dirinya. Hal demikian pula yang terjadi pada masyarakat di pulau paling timur Indonesia. Penulis tidak berani mengatakan daerah lain selain papua,sebab tidak begitu mengetahui.

Mayoritas orang papua sangat tidak memahami pentingnya waktu bagi dirinya. Padahal kalau dilihat, Matahari terbit dari timur,Papua yang megalami Pagi lebih awal dari semau daerah. Filosofi ini mau menujukan bahwa seharusnya manusia yang mendiami bumi candrawasi harus lebih disiplin. Akan tetapi yang terjadi sangat berbeda jauh dari yang diharapkan. Segala sesuatu menjadi terhambat karena sangat santai dalam ketidakpastian yang benar. Hal ini berpengaruh dalam beberapa sektor penting penggerak pembangunan Masyarakat, yakni:

SOSIAL BUDAYA DAN EKONOMI

Dalam hubungan dengan sosial budaya dan ekonomi ,orang papua mempunyai budaya yang sangat berbeda. Soal kesosialnya,mereka sangat menghargai itu. Dilihat dari persaudaraan. Mereka sangat kuat menjalin hubungan dengan tali persaudaraannya. Mereka menganut juga Patritialis,yaitu mengakui hak berdasarkan pewarisan ayah. Bukan hanya dalam lingkup mereka,akan tetapi juga pada orang atau kelompok lain seperti saudara saudara dari suku jawa,batak,makasar,bugis,buton dan lain lain yang datang untuk bergabung. Mereka akan tetap menganggabnya sebagai saudara sendiri. Soal budaya,mereka juga dikenal luas dengan keunikannya. Namun mereka juga mempunyai kekurangan yaitu malas untuk berusaha. Kemalasan ini membuat mereka mengabaikan banyak hal,termasuk juga waktu. Sehingga perkembangan ekonominya masih berjalan ditempat. Sebagian besar pasar dan dunia perbisnisan masih dikuasai oleh pendatang. Kebanyakan hanya bisa menjual hasil kebun,baik singkong,ubi dan sayur sayuran. Ini kebanyakan dilakukan oleh mama mama Papua.

Kerena sering mengabaikan waktu,dampaknya mereka suka menunda nunda sautu kegiatan atau bebarapa hal sekaligus. Kalau dalam bahasa lokal,dikatakan bahwa suka tari tarik waktu,maksudnya watunya suka diulur ulur lagi, misalnya; sebuah rapat harus diadakan jam 16:00 tepat namun akan ditunda lagi hingga bisa akan mulai jam 21:00. Kadangkala juga ditunda hingga kapan kapan.

Dari kebiasaan ini akhirnya menjadi sebuah budaya lokal.  Muncul pula kata besok. Kalau dalam kamus besar bahasa indonesia,kata besok berarti bahwa hari berikutnya setelah hari ini. Akan tetapi mayoritas orang papua mengartikan kata besok tidak sama dengan arti kamus maupun arti umum yang dipakai oleh semua orang diseluruh dunia. Mereka mengartikan kata besok itu sama dengan kapan kapan,artinya tidak menentu kapan akan jatuhnya tepat janjin itu. Apa lagi kalau mereka mengatakan bahwa nanti atau tahun depan,itu berati tidak ada kepastian sama sekali.

Belum ada penelitian yang membuktikan bahwa mengapa mereka menjadikan kata besok sebagai sebuah arti ketidakpastian. Manurut penulis,itu karena pengaruh kemalasan dan terlalu santai. Sifat daya juangnya juga begitu rendah. Memiliki Motifasi yang sangat rendah untuk berjuang menggapai perubahan. Mereka sangat dimanja oleh alam dan para penjajah dulu. Sehingga kemudian dikenal sebagi politik pembodohan masyarakat pribumi.

PENDIDIKAN

Situasi pendidikan dipapua juga sangat memprihatinkan. Dari 100% masyarakat yang mendiami pulau kaya ini,ada sekita 50% berada dibawa angka buta huruf.   Ini bukan sekedar porsenan saja,tetapi fakta membuktikan.Kebanyakan kisaran angka buta hurufnya ada didaerah pegunungan provinsi papua dan papua barat sereti pegunungan arfak,tambrauw dan maokwari selatan. Selain itu daerah daerah lain juga ada sedikit terselip. Untuk saat ini pemerintah baru menyadari akan hal itu,namun sayangnya tidak dengan benar memperhatiakan nasib para guru dan regenasi itu sendiri. Artinya harus ada sekolah keguruan yang benar benar membina dan mendidik seseorang agar kelak menjadi guru yang tidak hanya pintar atau hanya bisa mengajar saja tetapi juga cerdas dan bermoral baik. Dan menanamkan jiwa disiplin pada setiap guru. Agar mereka juga akan bisa membagikan apa yang mereka miliki pada anak didik.

Kejadian dipapua sangat mengesankan. Banyak gedung sekolah yang megah dan mewah. Jumblah muridnya juga tidak kalah banyak. Akan tetapi mempunyai guru hanya satu atau dua orang saja. Ditambah lagi adanya pemekaran daerah otonomi khusus yang terus bertambah,membuat semua guru berkeinginan untuk mendapat jabatan seperti orang lain yang memiliki mobil mewah,rumah dan penghasilan yang sangat lebih dari cukup. Sehingga Papua benar benar mengalami krisis guru dan pengajar yang setia.

Kembali ke topik kedisiplinan. Didaerah perkotaan,ya boleh dikatakan lumayan kalau dilihat dari kuantitasnya. Jumblah gurunya cukup banyak apalagi muridnya. Namun kalau dilihat dari kualitasnya,perlu dipertanyakan lagi. Sayang sekali, gurunya datang jam 9:30 pagi,padahal muridnya sudah datang  jam 7:00. Apa yang terjadi setelah itu, gurunya pulang lebih awal. Jam 11:30 sekolah sudah kosong. Wah kalau demikian terus menerus bagaimana Papua mau berkembang?

Rendahnya insiatif dan penghargaan orang orang terhadap waktu berdampak sangat buruk diberbagai linie. Sulit untuk terus maju dan berkembang. Guru saja sudah demikian bagaimana dengan muridnya. Murid pasti meniru apa yang diajarkan oleh guru.

Persediaan buku buku panduan dan paket untuk menunjang belajar dan mengajar pun sangat terbatas. Banyak sekolah yang masih memakai buku yang berkurikulum 1975 dan seterusnya. Kampus kampus yang ada di papua juga mempunyai perpustakan dan ruang lap yang kurang lengkap. Perpustakaan masih banyak rak yang kosong. Belum terisi apa apa. Bagaimana dengan perkembangan pendidikan dan kualitas anak anak negeri cendrawasi?

Oleh karena itu penulis mempunyai beberapa ide yang mau dibagikan. Pertama, disetiap ruas jalan tertentu seperti lampu merah,tunggu dan tempat tempat umum sebaiknya dibangun jam dinding besar. Disertai slogan mengajak yang menarik. Selain itu disetiap daerah atau setiap kabupaten harus mempunyai perpustakaan kota. Dipedalaman atau desa dan dusun harus ada rumah baca. Sebaiknya pemerintah menyediakan tempat khusus untuk membangun semua sarana pendukung ini agar terhindar dari keramaian dan keributan. Dalam area Perpustakaan harus free WFI. Tak terlupa pula diadakan juga kantin kantin kecilan,sehingga mahasiswa atau pelajar maupun siapapun yang datang dan membaca buku ditempat tersebut tidak repot mencari jauh jauh tempat penjualan cimilan atau makanan. Dengan ini dapat membantu mahasiswa baik mampu maupun tidak mampu secara ekonomi untuk dapat mengakses pengetahuan sesuai dengan kebutuhan dan keperluan.

Selain itu pemda juga harus berani mendatangkan tenaga pengajar ahli untuk memenuhi setiap tuntutan akademis murid dan mahasiswa. Selama ini pemerintah dapat memghabiskan uangnya untuk menyekolahkan anak anaknya diluar daerah. Apakah  papua tidak mempunyai Universitas? Penulis yakin bahwa papua sebenarnya bisa mengatasi semua itu,hanya saja masih memiliki keraguan akan pemerintahannya sendiri. Hilangkanlah keraguan itu dan bangkitlah sekarang. Papua harus bisa!

Yan Sedik

Standard

HYPERMART: AYAM KADALWARSA

Tepat jam 19:12 Kosmas dan Yan pergi ke hypermart. Yan yang mengajak Kosmas sebelumnya untuk membeli lauk sebab di dapur hanya ada sayur sawi,wortel dan koll. Mereka bersama berjalan kaki menuju Hypermart. Ketika memasuki halamannya,mereka menemui Satpam yang sedang menjaga didepan. Kosmaspun lansung bertanya,” Malam Mas, Hypermartnya masih buka yaa?” ” Masih dibuka mas,silahkan saja.” Jawab Mas saptam spontan.
Mereka berjalan lanjut menuju pintu masuk. Didepan pintu masuk,Kosmas yang berada dimuka sehingga dia yang lebih dulu membuka pintu dan masuk. Setelah itu Yan masuk menyelip dibelakangnya menyusul. Mareka berjalan menuju lantai bawah dengan mengikuti tangga Exalator.
Ketika tiba didalam ruangan,mereka lansung berjalan menuju tempat penjualan khusus sayur,ikan dan daging. Pertama Kosmas lansung berjalan lewat dari tempat pejualan Ayam,ikan,udang,cumi cumi dan daging sapi. Tujuannya kearea penjualan sayur sayuran hijau. Namun Yan memanggilnya dengan suara yang tidak begitu keras,”Yaku,,,Mas,, sini.” ” Mau beli barang apa disini? Sayurnya khan disebelah sana!” katanya. ” Iya, kita kesini untuk beli lauk. sayurnya sudah ada dirumah. kami telah membelinya dari siang tadi.” ” Ohh,, saya kira kita kesini untuk beli sayur.” ” Ahh,bukan.” jawab Yan singkat sambil memilah milah daging ayam dalam pendingin.
“Kalau begitu lauk apa yang kita harus beli?” Tanya Kosmas. ” Yaa,dari saja.” Jawaban Yan demikian membuat mereka dua sama sama melihat satu persatu mulai dari cumi cumi dengan sekaligus menenggok harga yang tertera dibawahnya.
Sampai pada daging ayam yang berada disebelah daging sapi, rupanya mereka berdua bingung memilih yang terbaik untuk dibeli sesuai dengan selera. Disitu ada taliperut,kaki,jantung,hati,paha,kepala,sayap,dada dan daging paha toh tanpa ada tulang sedikitpun. Semua itu berkisar dari harga Rp. 14.500 samapi 18.900 rupiah. Wah harga yang terjangkau. Yan membawa uang sebesar Rp. 28,000,00. Sekarang tinggal mereka memilih yang tepat dan sesuai dengan selera. Tanya Yan,” Mas mana yang sebaiknya kita beli?” ” Yang ini saja.” Maksud kosmas adalah mereka membeli paha ayam saja.
Namun ada sedikit kontra pedapat antara mereka berdua soal Pilihan akan bagian daging ayam yang tepat. Yan memilih boks yang hanya berisi dua paha ayam saja. Paha itu besar dan berdaging padat. Akan tetapi Kosmas menolaknya,katanya,” Bagaimana dengan kakak Urbanus?” ” Aduh itu lagi. Kalau begitu yang ini saja.” sambil menujuk bagian daging ayam yang pertama dipilih oleh Kosmas dengan Harga Rp 16.000,00.
Setelah itu mereka berdua berjalan balik menuju Kasir. Disana Yan membayar daging dengan uang yang dipegangnya. Sisanya 4.000,00 ditamabh 7.000,00 dari saku Kosmas,ia membeli pulsa 10. Pertamanya dia hanya ingin membeli pulsa lima saja,namun tidak tersedia.
Setelah itu mereka berdua berjalan keluar. Dalam perjalanan pulang menuju rumah,mereka berdua berdebat mengenai cara memasak paha ayam yang baik. ” Mas, bentar isi air di kuali dan masukan daging. Setelah itu letakan diatas konfor hingga mendidih beberapa menit,kemudian kita angkat keluar,menyiram airnya keluar lalu mengisi air baru lagi dan menaruh kembali diatas konfor.” Bantah kosmas,” Aduh itu terlalu repot. Kita hanya memasak air hingga mendidi baru merendam daging didalamnya beberapa menit. Kalau lansung rebus nanti dagingnya akan hancur.” ” Bah Mas,tidak akan hancur! Pasti baik baik saja.” Jawab Yan dan yang sekaligus menutupi percakapan mereka selama dalam perjalan menuju rumah.
Saat tiba dirumah, Yan lansung mengambil pisau,mengambil bawang dan cabai lalu membersikannya. Kemudian memotongnya diatas piring bundar kecil. Setelah itu Yan mengambil Bagian sayur Koll yang telah dipotong oleh Kosmas untuk memotongnya lagi. Hal ini membuat Yan tidak sempat memperhatikan bagaimana proses Kosmas merebus ayam tersebut. Yan hanya meminta kosmas untuk segera mengangakat ayam yang telah mendidih selama beberapa menit tanpa melihat atau mengecek terlebiih dahulu. Mungkin Yan telah percaya sepenuhnya pada Kosmas sehingga menyuruhnya demikian.
Kosmas mengkatnya lalu menyiram air itu keluar,kemudian mengisi air baru lagi dan meletakannnya kembali ketas konfor. Usai meletakannya,Yan menghambur garam,menyiram minyak dan membumbui dengan bawang dan cabe. Tak lama kemudia Kosmas meminta izin untuk mertemu denga kakak Urbanus dengan alasan memberitahukan padanya kalau ia harus datang juga untuk menyantapnya.Yan memberi izin padanya.
Yan yang mengurus semua itu dibelakang. Setelah airnya mendidih,ia menuangkan sayur kedalam kuali. Selang beberapa menit, ia menurunkan penggalan saging kedalam kuali juga. Mencampuri sayur dan ayam bersamaan. Semuanya bergabung menjadi satu hingga matang. Kosmas pergi cukup lama. Bayangkan saja dari airnya belum mendidih hingga semuanya matang. Heran sekali! Meskipun demikian Yan adalah sahabat yang sabar dan baik hati. Ketika sudah matang, Yan mematikan Konfornya. Ditinggalkan beberapa saat kemudian,Yan menyuruh kosmas untuk menyatapnya lebih dulu. Yan masih asyik menyaksikan film Mahabrata,sehingga mempersilahkan Mas untuk lebih dulu menyantap santapan yang telah mereka olah bersama.
Kosmas telah sedang menyantapnya. Yan tidak sempat melihat reaksinya ketika pertama kali menyentuh sayur dan daging itu. Dia juga tidak memberi komentar sedikitpun tentang bagaimana rasanya makanan itu, sepertinya dia sangat menikmati makanannya. Yan duduk sambil menonton tetapi semakin lama ia semakin menelan air liur. Karena Mas menyantapnya seperti sangat nikmat sekali.
Karena demian,Yan meninggalkan Film yang masih sedang berlansung,ia bergegas menuju dapur. Ia mengambil loyang berisi nasi full. Kosmas hanya mengangkatnya sedikit. Yan mengankat sayur dan juga satu paha ayam ikut diangkat. Ia kembali kedepan dan duduk menghadap kearah tv. Dengan tujuan menyantap sambil menonton TV. Namun semuanya berubah seketika itu juga. Yan baru mau menyentuh nasi,ia merasa macam bau amis. Sehingga ia lansung bertanya pada Kosmas yang posisinya duduk diatas meja sambil menikmati santapanya,” Mas daging ini macam rasanya lain kha?” ” Iyo,saya juga rasa begitu.” ” Bahh, baru kenapa kau tidak mau meberi tahukan kepada saya kalu rasanya demikian?” ” Itu lagi.” Jawab kosmas singkat. Yan menyuruh kosams untuk berhenti melanjutkan santapanya. Mereka berdua memutuskan untuk membuang sisa makanan yang telah sebagian mereka habisi. Masih baik Yan. Dia baru menghabiskan hanya sebagian,tetapi Kosams dapat mengahbiskan hampir semua. Ketika Kosmas mendengar katanya yan bahwa daging ini masih banyak antitoksin, Ia menjadi tambah panik karena sebagian besar telah ia habiskan. Kosmas sangat ketakutan. Ia mencoba duduk tetapi tidak tahan, karena ketakutan semakin merajalelah. Tak lama datang juga kakak Urbanus. Yan lansung mangatakan padanya bahwa sayur yang telah mereka masak campur daging rasanya kurang enak. Dan masih terasa bau amis. Tak sabar kakak Urbanus bergegas menuju dapur dan mencicipi daging ayam tersebut. “Ternyata benar, daging ayam itu telah lama berada dipendingin. Sehingga rasanya kurang menyenangkan,karena dagingnya terputus putus.” Katanya. Kosmas medengar demikian,dia bertambah ketakutan,sehingga lansung bergegas keluar malam itu juga. Tidak tahu apa benar atau tidak,katanya bahwa dia mau pergi ke indomart untuk membeli susu putih. Diminumnya agar menetralkan racun. Yan juga dapat merasakan hal yang sama. Ia merasa dada sakit dan kepala pusing,akan tetapi dia tetap bersi keras minum air putih dalam jumblah yang banyak. Hasinya baik,dia tidak apa apa. bagaimana dengan Kosmas? Ia pergi keluar namun belum juga pulang. Ternyata usai minum susu putih,ia lansung berjalan menuju kamarnya dan tidur. Besok paginya baru Yan mengetahuinya kalau Kosmas ada tidur dikamarnya. Sebelunya ia berpikir akan hal buruk yang sedang menimpa kosmas. Salam.

Dein Freund,

Yan Sedik

Standard

ZUM GEBURTSTAG MANDA

null

Tak pernah diduga sebelumnya kalau semua akan terjadi seperti ini. Segala sesuatu membuat bingung dan serba salah. Hahaha lucu namun juga memuakan. Sekiranya ini yang menjadi peperangan batin dalam diri saudari tercinta Amanda Huuff Titit. Manda sama sekali tidak berpikir sebelumnya kalau dirinya akan dibohongi oleh kakaknya Jongcher.

Sepertinya dia lupa untuk mengantisipasi diri akan segala kemungkinan yang terjadi pada dirinya ketika jam 24:00 tiba. Atau memang dia sama sekali tidak menyangka bila semua akan membuat dia bisa mencucurkan air mata kemarahan yang terselubung kegembiraan. Jangan lewatkan kisahnya dibawa ini,bacalah dengan baik sehingga kalian juga merasakan euforia kegembiraan dalam kebingungan yang dialami oleh Manda.
Tepat jam 23:45 WIB,usai nonton tv,saya mematikannya lalu membuka pintu perlahan lahan karena ada kakak Urbanus sedang tidur dikamar dan menguncinya kembali. Saya berjalan ke asrama belakang yang letaknya dibelakang samping tempat tinggal saya.
Ketika berada ditegah antara gedung tengah dan belakang dekat pagar menuju gedung belakang,saya bertemu dengan kk Icha yang berwajah begitu ceriah dan menampilkan senyum kegembiraannya yang lebih dari biasanya.Seketika itu juga dia lansung menyambut aku dengan menyentuh tangan kiriku dengan tangan kanannya dan dari mulutnya keluar sepenggal kalimat,” Yan, Manda hari ini ulang tahun,sehingga mereka ada membohongi dia dengan memarahi kesalahannya yang selama ini,,,,,” ” Ohhh,,,iyaa. Saya sama sekali tidak tahu, kalau,,,,?” ” Nda usah banyak cerita.Dikit lagi saatnya tiba. pergi sana, nasihat kha atau pura pura marah dia kha!” ” Ooo Iya,,sip sip sip,hehehehe.” Saya menjawab samabil melanjutkan perjalanan.
Memasuki halaman belakang,seperti biasa semua ada duduk di kursi masing masing. Ada kk Jongcher duduk didebelah kiri, manda duduk disebelah barat,vera duduk disebelah timur dan dibelakang vera ada Chaken yang lagi duduk kangkang sambil menikmati sebatang rokok dan ditemani secangkir kopi yang diletakan diatas ujung tehel disamping kanannya.
Mereka duduk mengelilingi sebuah meja bundar yang berdiri dibawa sebuah pohon rambutan rimbun dan sangat menedukan. Ditamabah lagi suasana kota yang lagi meriah menyambut hari haya Idul Fitri. Dan dibelakang Kakak Jongcher ada sebuah kursi bambu yang tergeletak diteras depan samping kamarnya Bosko. Disitu ada Bosko,Manu dan Kakak Icha. Mereka sedang duduk membisu. Saya datang mendekati Manda,menyentuh lehernya lalu sambil menenggok jam tangan,” wahh kurang beberapa menit lagi ee?” Lalau berjalan lewat sambil lalu menuju ke arah tangga. Dengan tujuan ingin ke lantai satu untuk menemui John dan K’Vico.
Saya sama sekali tidak tahu kalau Manda lagi di kerjain oleh mereka.Ketika sampai dilantai satu,baru kemudian saya diberitahukan oleh John kalau Manda lagi di kerjain oleh mereka,wahh. Tak lama saya mendengar suara kk Jongcher yang semakin keras dan membuat kami semua tegang.Kakak Jongcher sengaja mencari cari kesalahannya lalu membentak dan memarahi Amanda. Rupanya Manda ingin membantah ketidakbenaraan yang disamapaikan tetapi takut sehingga dia tetap tenang dan meneteskan air mata.Lucu sekali namun menegangkan juga,hahahaahahahhaaa.
Ternyata kakak Jongcher sebagi Mediator yang ditugaskan oleh teman teman semua untuk ngerjain Amanda.Tepat jam 24:00 lewat lima menit lebih sedikit,kk jongcher berdiri dari duduknya lalu mengetes dengan membentak keras sambil mengayunkan tangan tetapi tidak mengenai tubuh Manda,dan lansung Jack dari belakangnya manda menyiramkan air busa sabun rinso campur air rendaman pakaian yang sudah disiapkan dari minggu lalu,sehingga baunya mengengatkan. Sedetik kemudian datang juga Kosmas dan mereka lain menyanyikan lagu selamat ulang tahun pada Amanda secara serempak.
Apa yang terjadi? Amanda memulai sirenenya alias menangis dengan suara nyaring dan semakin mengeras. Hahahaha, Amanda menangis dengan suara yang keras. Menangis berteriak histeris seperti seseorang yang sedang mengalami musibah. Bayangkan saja,seorang wanita yang menangis histeris itu seperti apa, sepeti itulah yang juga dialami oleh Manda. kami semua ketawa dan juga turut bergembira mengucapkan selamat ulang tahun padanya.
Selain itu dia disambut dengan Potretan kamera yang bercepret dimana mana mbak artis dari holywood. Ada beberapa dari kami yang ikut foto bersamanya. Namun lucu sekali wajahnya karena kelopak mata bagian luarnya bengkak dan masih ada sisa sisa genangan air mata melintas dimatanya yang puti ketulusan dan keluguan.
Setelah itu manda membagikan potongan kue ulang tahunnya pada kami semua yang berada disitu. Lucunya, setiap yang mendapat kue potongan itu pasti ketawa dan hanya sepengal kalimat yang muncul,” hahahahaahaa,,, manda satu kosong,tobat too!”..
Namun dari semua itu ada terselip cerita moralnya. Dengan cara demikian kami semua membangkitkan semangat dan daya juangnya untuk terus maju tanpa pantang mundur. Dalam berbagai rintangan dan hambatan,dia akan pasti tetap tegar,sebab air mata keraguan akan dirinya telah mengalir habis ditelan masa malam itu juga. Amanda huff Titit,selamat ulang tahun,Tuhan berkati. Mit Yan Sedik

Standard

ASTAM : Mengukir Harapan Baru di Kota Gudek

Sudah 3 minggu saya habiskan bersama teman-teman di asrama tambrauw Yogyakarta- demangan kidul. Dari jakarta saya mengikuti Travel jam 15:15 sore dan tiba di Yogya jam 09:10 pagi.Kebetulan saya mendapat kursi terdepan sehingga bisa menikmati perjalanan sepanjang Jakarta-Yogya.Namun tulang pantat menjadi sakit,sebab saking jauhnya perjalanan ini. Saya sangat menderita sekali,hehehe.Akan tetapi semua itu menjadi sebuah ringkasan cerita yang indah.
Dalam perjalanan,kami berhenti dibeberapa tempat yang saya juga tidak sempat mengingat namanya.Untuk menurunkan beberapa penumpang.Selain itu pak supir juga menurunkan barang barang bawaan yang dititipkan dibeberpa tempat,sehingga saya mempunyai banyak kesempatan untuk melihat lihat dan istirahat sejenak.
Ketika memasuki kota Gudek,pikiran saya mulai tidak tenang. Tubuh bergerak kiri kanan terus menerus. Saya sama sekali tidak menyadari itu. Tak disangka,si supir bertanya,” Mas lhoe kamu kenapa. Dari tadi bergerak terus. Apa ada sesuatu?” Saya tidak menjawab apa apa seketika itu.Namun mobilnya terus melaju sehingga saya semakin panik. Karana saya lupa alamat tempat tinggal mahasiswa Tambrauw di Yogya. Tetapi saya berusaha terus untuk mengingatnya kembali.
Tak lama saya dapat mengingatnya kembali, terimakasih Tuhan, meskipun tidak lengkap. Saya hanya mengingat asramanya dekat markas brimob. dengan itu, saya lansung memberitahukan pada supir bahwa saya tinggal dekat kompleks brimob tetapi saya lupa nama tempatnya. Bersama supir dan dua penumpang anak kei yang juga bersama saya dari Jakarta,kami mencari temapt tinggalnya. Tiga kali salah tempat,wah gawat ni. untungnya saya mengingat jalan masuknya,sehingga saya bisa menunjukannya pada supir ketika kami mencoba untuk cari yang ketiga kalinya. kataku,” Mas coba jalan terus aja hingga rel itu, siapa tahu disebelah sana.” Ketika kami melewati rel kira kira 30 meter kedepan,saya lansung mendapat jalan masuknya,” Ini jalan masuknya,mas.” ” Ohh disini! Ini namanya demangan kidul,mas.” ” Hehehe,, iya mas soalnya saya tidak sempat menghafal alamatnya. Aduhh lucu bangat.” ” Hahahahaahaha,,,tidak apa,mas. Itu biasa,”kata supir itu setelah beberapa detik kemudian.
Kamipun mengikuti jalan itu masuk kedalam,lalu belok kiri. Masuk lagi 15 meter baru tembus jalan ke asrama. Tetapi ada tenda hijau didepan jalan tujuan kami. Ternyata itu tenda untuk pemilihan presiden. Maka terpaksa mobinya harus berhenti,saya juga harus turun disitu. Si supir menurunkan semua barang barangnya saya dari bagasi.Setelah itu Saya pamit pada supir dan kedua saudara dari kei yang juga bersama selama dalam perjalanan. Lalu mereka melanjutkan perjalanannya.
Saya ingin melewati itu tetapi malu karena barang bawaan banyak. Terpaksa saya menunduk dan termenung sejenak lalu mengakat kepala lagi dan menenggok kekiri dan kekanan. Dimana tempat yang baik untuk saya bisa menitipkan barang bawaan saya untuk sementara. Sempat saya berdiri disamping warung. Dalam pikiran, pertama saya mau menitipkan barang lansung saja ,tetapi apakah diterima atau tidak? Jalan singkatnya, saya memesan makanan dari warung tersebut. setelah makan, saya meminta pelayaannya,” Mba aku nitipin barangku sementara disini yaa, soalnya ada pemilihan.” ” Ohh iya mau keasrama papua yang di ujung sana ya?” ” Ya, mba.” ” Dari mana?” “Aku dari jakarta mba,mau kuliah disini.” ” Ngge mas, nitip aja disini, nanti baru ambil.” ” Makasih banyak ya mba.” Iye sami sami..” Sebenarnya saya tidak mau makan disitu,karana belum mandi dan makanannya seperti sudah ditinggalkan beberapa hari tetapi hanya karena demi menitipkan barang sehingga terpaksa saya harus makan. Lucu sekali hari itu.
Saat memasuki halaman belakang asrama, mereka semua terkejut kaget. Saya menyapa mereka semua dengan berjabat tangan. Kemudian Kosmas meminta saya untuk menaruh tas kecil yang berisi laptop,kamera dan Ijazah beserta isinya di kamarnya.Namun datang juga kk Urbanus Momo meminta saya untuk menaruh barang dikamarnya ruang depan. Setelah saya berpikir sejenak, saya memutuskan untuk menaruh barang dirumah depan.
Saya isrirahat sambil ngobrol dengan mereka semua kurang lebih satu jam,setelah itu, kk Urbanus dan saya, kami membersihkan rumah depan. Kami menyikat kamar mandi, menyiram air dilantai dan mencucinya. kemudian mengepel hingga bersih semua,baik luar maupun dalam.
Usai membereskan semuanya, saya mandi dan duduk bersama kk Urbanus membahas tujuan kedatangan saya ke Yogya. Tentang pendaftaran di Uni.Kami membicarakan tentang universtas yang cocok untuk saya. Dari hasil pembicaraan itu saya memutuskan untuk mengikuti tes di UPN dan STTL.
Keesokan harinya kami memulai merealisasikan pembicaran kemarin. Dan hasilnya positif. Dari kedua Universitas itu saya mendapat kesempatan di STTL atau YLH. Disini ada dua tata cara untuk bisa diterima,yaitu Dengan cara tes dan dengan cara seleksi nilai dan wawancara. Terberkati,saya meningikuti tes wawancara dan seleksi nilai. Dari tes itu hasilnya baik.
Saya diterima sebagai mahasiswa baru di Uiversitas itu dengan biaya pendaftaraan ulang sebesar 5900.000,00. Tanggal 17 saya melunasi semua itu. Hanya saja masih sisa satu berkas yang belum saya kumpulkan,yakni SKCK dari kepolisian. Sudah di usahakan dengan mendatangi kantor polisi setempat dan meminta rumus sidik jari. Biayanya 10.000,00. Lalu di scan dan dikirim ke papua untuk ditindaklanjuti oleh kepolisian. Saya masih menanti hasilnya….

mit Yan Dedik

Standard